Idul Fitri satu tahun lalu yang berbeda antara Muhammadiyah dan Pemerintah, saya mengikuti Muhammadiyah. Saya bangga untuk berbeda dengan keputusan Pemerintah karena dua hal:
1. Alasan kemajuan agama: konyol sekali masih ribut melihat bulan, sementara ilmu menghitung posisi bulan sudah bisa menentukan bulan baru sejak 50 tahun lalu. Amerika dan Sovyet sudah mengirim orang ke bulan, di sini orang masih ribut soal datang bulan. Hizbut Tahrir tidak usahlah ribut soal khalifah, bikin saja proyek penyatuan kalender Hijriah. Selain proses sidang itsbat waktu itu yang konyol. Kalau menurut hitungan mereka bulan baru belum 2 derajat, tidak akan terlihat, ya buat apa mengerahkan orang melihat seluruh Indonesia? Buang-buang duit rakyat saja. Intinya kan sama-sama pakai ilmu hisab, cuma yang satu bulan baru itu ya bulan baru. Satu lagi bulan baru itu kudu terlihat 2 derajat.
2. Alasan ulil amri: orang bilang, ikut saja keputusan ulil amri-pemerintah. Saya bilang, bagaimana bisa percaya dengan ulil amri, kalau Kementerian Agama itu termasuk terkorup menurut KPK, pencetakan Quran pun dikorup. Sementara MUI dipenuhi orang-orang yang mendukung Foke (sekarang) atau konteks waktu itu dan sekarang: maju tak gentar membela yang bayar.
Selamat Idul Fitri. Mohon maaf lahir batin.
Nb.
Rumah baru cross posting:
Agamfat.wordpress.com
Agamfat.blogspot.com
Sori belum buka kompoter, belum bisa follow back kepada beberapa rekan yang sudah follow tadi.
Monggo saling follow memfollow.
Agam Fatchurrochman
No comments:
Post a Comment