- Foke ngomong konsep makro, dg indikator makro, emosional: ngambang.
- Jokowi menggebrak dg bawa desain kampung susun, monorel kapsul, dkk: membawa harapan perubahan kongkret, langsung terasa, indikator terasa: empirik.
- Nara: hahaha.
- Ahok: jago debat, tanpa terpancing emosinya: elegan
Momen paling berkesan:
- Foke ketika datang sempat cipika cipiki sama dua perempuan, yg sepertinya bukan muhrimnya hahaha mau kampanye pilih pemimpin Islam bagaimana.
- Jokowi ucap salam ala NU, dg kalimat2 arab panjaaaaaaanggg.
- Jokowi keluarkan alat peraga kampung susun, monorel kapsul, dsb. Semua melongo. Perlihatkan kalau perubahan is in the near future.
- Foke kata kunci: akan, segera, sedang: perubahan is very far away.
- Ahok beberapa kali membantu membetulkan mike Jokowi. Gesture yg berkesan, bahwa ini pasangan serasi, saling mengisi.
- Nara bilang: kita anti ekonomi liberal, hidup koperasi! Teeeetttt waktu habis, nggak jelas maksugnya. Nara sama sekali tidak dikasih kesempatan bicara.
- Ahok sempat tinggal 10 detik. Dia pintar pilih kalimat yg berkesan: birokrasi itu mulai dari atasnya. Kalau yg di atas lurus, di bawah juga lurus! Teeettt sebuah punch line yg berkesan.
- Foke emosi ketika Jokowi ngomong PPATK, konflik, dsb. Foke memang ahli eufimisme: konflik sosial = singgungan. Ini melengkapi temuan Foke lain: banjir kurang dari 3 jam = genangan; macet = padat merayap.
- Nara ketika bahas kemacetan, sempat bahas teknik membuat jalan aspal: pertama dilapisi batu, kemudian pasir, kemudian aspal hahaha.
- Ahok jago debat, dengan argumentasi yg mengesankan, konsep iya, detil iya.
- Jokowi pandai presentasi dg bahasa yg sangat mudah diterima. Tapi kalau debat, terlalu santun untuk melawan.
- Di akhir acara ada pembahasan oleh Tjipta Lesmana dan Effendi Ghazali, dua-duanya memuji Jokowi-Ahok.
Demikian sekilas review singkat debat. Tidak sabar menunggu Metro TV Minggu malam, apakah Foke bakal menyontek alat peraga seperti Jokowi lagi.
Agam Fatchurrochman
No comments:
Post a Comment